DIABETES MELLITUS (DM)
Apa Itu Penyakit Diabetes?
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada hormon insulin, yaitu hormon yang berperan penting dalam membantu sel tubuh menyerap glukosa dari darah untuk diubah menjadi energi.
Pada kondisi normal, insulin diproduksi oleh pankreas dan bekerja secara efektif untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Namun pada penderita diabetes, insulin bisa diproduksi dalam jumlah yang tidak mencukupi atau tidak dapat bekerja dengan baik. Akibatnya, glukosa menumpuk di dalam darah dan menyebabkan kadar gula darah meningkat secara terus-menerus.
Diabetes sering kali berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Banyak orang baru menyadari dirinya menderita diabetes setelah muncul keluhan serius atau ketika terjadi komplikasi pada organ tubuh tertentu, seperti mata, ginjal, saraf, dan jantung. Oleh karena itu, diabetes sering disebut sebagai penyakit diam-diam yang membutuhkan perhatian jangka panjang.
Secara umum, diabetes terbagi menjadi beberapa jenis. Namun jenis yang paling sering dialami masyarakat adalah diabetes tipe 2, yang berkaitan erat dengan faktor gaya hidup seperti pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, kelebihan berat badan, serta kebiasaan hidup yang tidak sehat. Faktor usia dan riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes tipe ini.
⚠️ Gejala Umum Diabetes
Gejala diabetes dapat bervariasi pada setiap individu dan sering kali muncul secara bertahap. Pada sebagian orang, gejala mungkin terasa ringan sehingga sering diabaikan. Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering dialami penderita diabetes:
🔹 Mudah Haus dan Sering Buang Air Kecil
Peningkatan kadar gula darah menyebabkan ginjal bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan sehingga penderita sering merasa haus dan lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
🔹 Mudah Lapar Meski Sudah Makan
Meskipun asupan makanan cukup, tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa secara efektif sebagai sumber energi. Akibatnya, sel tubuh “kelaparan” dan memicu rasa lapar yang berlebihan.
🔹 Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab Jelas
Ketika tubuh tidak dapat menggunakan glukosa sebagai energi, tubuh akan mulai membakar lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif. Hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan secara perlahan tanpa disadari.
🔹 Mudah Lelah dan Kurang Bertenaga
Kurangnya energi yang masuk ke dalam sel tubuh membuat penderita diabetes sering merasa lelah, lesu, dan kurang bertenaga meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
🔹 Luka Sulit Sembuh
Kadar gula darah yang tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah dan fungsi sistem kekebalan tubuh, sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih lambat dan berisiko mengalami infeksi.
🔹 Kesemutan atau Mati Rasa
Kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada tangan dan kaki.
🥗 Nutrisi yang Dianjurkan untuk Penderita Diabetes
Pola makan yang tepat merupakan salah satu faktor utama dalam membantu mengelola diabetes. Pemilihan jenis makanan yang sehat dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah serta mencegah komplikasi jangka panjang.
1️⃣ Karbohidrat Kompleks
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, namun penderita diabetes disarankan untuk memilih karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.
Contoh karbohidrat kompleks yang dianjurkan antara lain:
-
Beras merah
-
Oat
-
Ubi
-
Kentang rebus
Karbohidrat kompleks memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan karbohidrat sederhana. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah secara tiba-tiba setelah makan dan memberikan energi yang lebih stabil dalam jangka waktu lebih lama.
2️⃣ Serat Tinggi
Serat berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah dan membantu menjaga kesehatan pencernaan.
Sumber serat yang baik meliputi:
-
Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli
-
Wortel
-
Kacang-kacangan
-
Buah dengan kandungan gula rendah seperti apel dan pir
Konsumsi serat yang cukup juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga berat badan tetap ideal.
3️⃣ Protein Sehat
Protein membantu memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama.
Pilihan protein sehat untuk penderita diabetes meliputi:
-
Ikan
-
Telur
-
Tahu dan tempe
-
Dada ayam tanpa kulit
Protein yang dikonsumsi secara seimbang dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah lonjakan insulin setelah makan.
4️⃣ Lemak Sehat
Lemak tidak selalu berdampak buruk bagi penderita diabetes. Lemak sehat justru berperan dalam mendukung kesehatan jantung dan mengurangi peradangan.
Sumber lemak sehat antara lain:
-
Alpukat
-
Minyak zaitun
-
Kacang almond
-
Ikan berlemak seperti salmon dan sarden
Lemak sehat membantu meningkatkan rasa kenyang dan mendukung keseimbangan metabolisme tubuh bila dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
🚫 Nutrisi yang Perlu Dibatasi
Selain memilih makanan yang dianjurkan, penderita diabetes juga perlu membatasi jenis makanan tertentu yang dapat memicu lonjakan gula darah.
Beberapa nutrisi yang sebaiknya dibatasi antara lain:
-
Gula berlebih, baik dari makanan maupun minuman
-
Minuman manis seperti soda dan minuman kemasan
-
Makanan cepat saji yang tinggi lemak dan garam
-
Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, dan makanan berbahan tepung putih
Mengurangi konsumsi makanan tersebut dapat membantu menjaga kestabilan gula darah serta menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.